7-Eleven dijual saat bisnis menurun

Operator ritel PT Modern Sevel Indonesia (MSI) berencana menjual toserba 7-Eleven senilai Rp 1 triliun ($ 75,24 juta) kepada PT Charoen Pokphand Restu Indonesia (CPRI), badan usaha PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI).

Menurut informasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dipublikasikan pada tanggal 21 April, perjanjian transaksi dilakukan pada tanggal 19 April.

Berdasarkan kesepakatan itu, CPRI setuju untuk mengambil alih kegiatan usaha MSI – mini-restoran (resto) dan toko-toko – serta aset yang menggunakan sistem waralaba, tempo.co melaporkan pada hari Rabu.

Transaksi yang dijadwalkan 30 Juni ini senilai Rp 1 triliun, sambil menunggu persetujuan dari berbagai pihak termasuk Otoritas Jasa Perdagangan dan Keuangan (OJK), pemegang saham, dewan komisaris dan 7-Eleven Inc., pemilik merek tersebut. , Direktur utama CPI Tjiu Thomas Effendy menulis dalam suratnya kepada direktur pendaftaran BEI.

“MSI dan CPRI telah menyelesaikan berbagai hal terkait dengan rencana transaksi,” kata Tjiu.

Rangkaian toko swalayan dan restoran mini 7-Eleven populer di kalangan anak muda karena sebagian besar gerai tetap buka selama 24 jam. Namun, penjualan telah mengalami penurunan karena sebagian besar pelanggan datang untuk menikmati internet gratis dan mengobrol dengan teman mereka.

Peritel lokal lainnya seperti Alfa Mart dan Indomart juga telah membuka resto mini di gerai mereka dalam beberapa bulan terakhir.