Akuakultur menghasilkan 3,9 juta ton ikan di Q1

Akuakultur Indonesia menghasilkan 3,90 juta ton ikan pada kuartal pertama tahun 2017 atau meningkat 3,11 persen dari periode yang sama tahun 2016.

Nilai ikan dari akuakultur mencapai Rp 30,90 triliun (US $ 2,31 miliar) atau naik 37% dari Rp 22,5 triliun.

“Pencapaian tersebut merupakan hasil dari kebijakan belanja anggaran, yaitu ‘uang setelah fungsi’ dan ‘uang mengikuti program yang diprioritaskan’,” kata Dirjen Perikanan Budidaya Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto, seperti dilansir kontan.co, Rabu .

Dia mengatakan, produksi ikan hias meningkat 7,4 persen dari 326,10 juta ikan menjadi 350,45 juta senilai Rp 2,48 miliar.

Dalam upaya meningkatkan produksi, pemerintah berencana untuk mengembangkan budidaya di 34 provinsi tahun ini, meliputi 173 kabupaten dan kota, kata Slamet, menambahkan bahwa pemerintah akan mendistribusikan sekitar 100 juta ikan muda kepada petani untuk merevitalisasi 250 unit jaring apung untuk tumbuh. Ikan dan mendistribusikan premi asuransi untuk 3.300 hektar tambak ikan.

Selain itu, pemerintah juga akan merevitalisasi tambak di 20 kabupaten / kota, mengembangkan kolam ikan untuk ikan lele di 60 kabupaten / kota dan membuka budidaya perairan lepas pantai di Sabang, Aceh; Pangandaran, Jawa Barat dan Karimunjava, Jawa Tengah.

“Akuakultur memiliki fungsi strategis, ekonomis, sosial dan geopolitik, terutama karena memiliki potensi besar untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat. Tugas kami membuat bisnis ini lebih efektif dan efisien sehingga akan sangat mempengaruhi perekonomian nasional, “tambahnya.