Amman memulai pembangunan smelter pada awal 2018

Pemerintah mengklaim bahwa penambang tembaga PT Amman Mineral Nusa Tenggara – yang sebelumnya bernama PT Newmont Nusa Tenggara – akan memulai pembangunan smelternya pada awal 2018 di sepanjang wilayah pesisir Sumbawa di Nusa Tenggara Barat.

“Pembangunannya direncanakan awal 2018. Saat ini, perusahaan masih dalam proses pengadaan bahan baku,” kata Bambang Susigit, direktur pengawasan usaha mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, seperti dilansir tempo.co on Selasa.

Peleburan, yang dibutuhkan untuk IUPK, diharapkan selesai dalam lima tahun ke depan. Hal ini dirancang untuk memurnikan 1 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Kapasitasnya akan berangsur-angsur meningkat menjadi 2 juta ton per tahun. Proyek ini menghabiskan biaya sekitar US $ 2,2 miliar.

Pernyataan Bambang tersebut dikonfirmasi oleh Muhammad Lutfi, komisaris utama PT Medco Energi Internasional.

“Komitmen kami adalah membangun smelter setelah proses akuisisi [perusahaan] selesai. Dengan perhitungan kami, konstruksi akan dimulai pada awal 2018, “kata Lutfi.

Medco memegang saham 50 persen di Amman Mineral Investama, yang mengendalikan 82,2 persen Amman Mineral Nusa Tenggara.

Bambang meminta Amman untuk segera menyerahkan dokumen analisis dampak lingkungan (amdal) kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk proyek peleburan seperti yang dipersyaratkan oleh undang-undang.