FBS Indonesia : Home /Berita Ekonomi /Angkasa Pura I menjual obligasi untuk pembangunan bandara

Angkasa Pura I menjual obligasi untuk pembangunan bandara

Operator bandara yang dikelola negara Angkasa Pura I (AP I) diatur untuk menjual kertas utang untuk membiayai pembangunan lima bandara di Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

Perusahaan, yang beroperasi 13 bandara di Indonesia bagian tengah dan timur, berharap untuk menghasilkan Rp 3 triliun (US $ 229.810.000) dana segar, yang terdiri dari Rp 2,5 triliun dari penjualan obligasi konvensional dan Rp 500 miliar dari obligasi atau sukuk Islam.

Hasil akan membantu membiayai pembangunan bandara baru Yogyakarta di Kulon Progo dan perbaikan di Bandara Ahmad Yani International di Semarang, Jawa Tengah; Bandara Internasional Juanda di Surabaya, Jawa Timur; Bandara Syamsudin Noor International di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan.

Sebesar Rp 7 triliun yang dibutuhkan untuk lima proyek pada akhir tahun ini. Secara total, AP akan membutuhkan Rp 39 triliun untuk empat tahun ke depan.

direktur teknis AP I Polana B. Pramesti mengatakan pada hari Senin proyek di Semarang dan Banjarmasin bertujuan untuk menampung hingga 6 juta penumpang dan akan selesai di tengah-tengah 2018.

Sementara itu, pembangunan bandara baru di Yogyakarta diharapkan mulai tahun 2017.

“Kami telah dicairkan sekitar Rp 2,1 triliun dana dari Rp 4,1 triliun dialokasikan untuk pembelian tanah. Saya berharap proses ini dapat selesai pada akhir tahun ini, “kata Polana di sela-sela konferensi pers atas penerbitan obligasi.

Bandara baru akan mampu menampung 15 juta penumpang.

Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah meminta perusahaan untuk menyelesaikan pembangunan bandara baru pada 2019 sebagai lalu lintas penumpang terus meningkat di Bandara Internasional arus Adisutjipto, yang merupakan lapangan udara militer bersama untuk tujuan komersial.

The Adisutjipto Bandara memiliki kapasitas dimaksudkan hanya 1,5 juta penumpang per tahun namun pada kenyataannya melayani 3,5 juta penumpang per tahun.

Ekspansi kerja di bandara di Surabaya dan Makassar diharapkan akan selesai pada tahun 2020.

AP akan memperluas terminal yang ada di Sultan Hasanuddin dan membangun satu terminal baru dan dua landasan pacu tambahan di Juanda. Namun, ia mengatakan perlu melakukan studi kelayakan untuk mendapatkan proyeksi yang tepat.

AP I membiayai dan direktur ICT Novrihandri mengatakan 75 persen dari dana hasil penerbitan obligasi akan dialokasikan untuk ekspansi lima bandara, sedangkan 25 persen sisanya akan digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan saat di bandara tersebut.

“Kami juga ingin meningkatkan pelayanan kami yang ada dengan menyediakan area parkir yang lebih dan Wi-Fi,” katanya.

Masa book building dari penjualan obligasi akan berjalan sampai 31 Oktober, sementara masa penawaran akan dari 14 November ke 15. kertas utang akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 21 November

AP I telah menunjuk Bahana Securities, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan BCA Sekuritas sebagai penjamin emisi untuk obligasi, yang terdiri dari tiga seri.

Seri A akan menawarkan antara 7.45 persen 8.20 persen di tingkat kupon dan akan jatuh tempo dalam waktu lima tahun. Seri B membawa kupon 7,95 persen menjadi 8,70 persen dan akan jatuh tempo setelah tujuh tahun.

C series akan hadir dengan kupon 8,10 persen menjadi 8,85 persen dan masa jatuh tempo 10 tahun.

Perusahaan dijamin Rp 4 triliun pinjaman sindikasi dari lima lembaga keuangan pada bulan Agustus untuk sejumlah konstruksi dan renovasi proyek-proyek baru.

Lembaga-lembaga yang perusahaan pembiayaan infrastruktur negara Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan Indonesia Infrastructure Finance (IIF), pemberi pinjaman milik negara Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan pemberi pinjaman swasta Bank Central Asia (BCA).

Previous post:

Next post: