Bandara Lombok dibuka kembali setelah Gunung Agung meletus

Bandara Internasional Lombok telah dibuka kembali untuk penerbangan masuk dan keluar. Kondisi cuaca dianggap kondusif untuk penerbangan aman setelah Gunung Agung meletus pada hari Sabtu dan Minggu.

Pukul 7 pagi pagi ini waktu Indonesia Tengah (WITA), hanya dua pesawat yang lepas landas dari bandara, JT 651 Lion Air ke Jakarta dan GA7024 Garuda ke Bima.

Gusti Ngurah Ardita, General Manager operator bandara milik negara Angkasa Pura Lombok International Airport (LIA), menjelaskan bahwa bandara tersebut telah dibuka kembali setelah bertemu di LIA Crisis Center. “Berdasarkan laporan satelit, [kondisi cuaca] kondusif untuk operasi penerbangan,” katanya kepada Tempo.

Namun, sebagian besar jadwal penerbangan tidak tersedia karena pesawat yang berangkat dari LIA biasanya pesawat yang menginap di bandara. Saat penutupan bandara, sebanyak 16 penerbangan terjadwal telah dibatalkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, milik negara Air Navigasi (AirNav) mengeluarkan Pemberitahuan kepada Airman bahwa LIA ditutup pada hari Minggu pukul 5:55 WIB waktu Indonesia Tengah (WITA) sampai pagi ini jam 6 pagi.

Stasiun Meteorologi Bandara Internasional Lombok (BIL) Oral Sem Wilar mengatakan bahwa penerbangan dapat dibuka kembali dan ditutup kembali. “Setiap jam, kita akan mengevaluasi kondisi langit,” katanya. Seiring pergerakan udara telah terdeteksi sejak pukul 8 pagi, operasi penerbangan dapat ditutup lagi malam ini karena alasan keamanan.

Bandara tidak memiliki perangkat canggih untuk mendeteksi abu vulkanik dari Gunung Agung. Pada siang hari, aircrew hanya bisa melihat abu dengan mata telanjang, sesuatu yang tidak bisa mereka lakukan pada malam hari.