Bandara Ngurah Rai Tertutup, Penerbangan yang akan dialihkan ke 9 bandara

Direktur Operasi AirNav Indonesia Air Force Indonesia Wisnu Darjono mengatakan bahwa perusahaan tersebut sedang mempersiapkan sembilan bandara untuk mengalihkan penerbangan dan keluar dari Bandara Ngurah Rai Bali, yang telah ditutup akibat letusan Gunung Agung.

Bandara tersebut berada di Jakarta, Makassar, Surabaya, Balikpapan, Solo, Ambon, Manado, Kupang dan Banyuwangi. Menurut Wisnu, bandara alternatif juga disiapkan saat Bandara Internasional Lombok ditutup sekali lagi tadi malam.

“Kami terus memantau kegiatan terakhir Gunung Agung dan mencari solusi terbaik untuk mengurangi dampak penutupan dua bandara internasional mengenai konektivitas udara di nusantara,” katanya dalam siaran pers yang diterima Tempo pada 28 November.

AirNav Indonesia mengeluarkan Pemberitahuan kepada Airter (NOTAM) Nomor A4274 / 17 tentang perpanjangan penutupan Bandara Ngurah Rai di Bali. Keputusan tersebut diambil setelah otoritas bandara dan pemangku kepentingan mengadakan rapat koordinasi. Hasilnya kemudian diteruskan untuk persetujuan ke Direktorat Jenderal Transportasi Udara tadi malam.

Pertemuan tersebut digelar menyusul meningkatnya aktivitas dan letusan Gunung Agung tadi malam. Data dari tes kertas dari operator bandara dan pihak berwenang menunjukkan hasil NIL VA (Abu Vulkanik) yang berarti bahwa area bandara dan wilayah udara ditutupi oleh abu vulkanik.

Sesuai dengan area perencanaan Penasihat Abu Vulkanik, cabang AirNav Indonesia Denpasar mengatakan bahwa jalur lalu lintas penerbangan ditutupi abu vulkanik. “Ini berbahaya untuk penerbangan,” kata Wisnu. Karena penutupan Bandara Ngurah Rai, semua penerbangan masuk dan keluar Denpasar telah dibatalkan.