Bank Indonesia: Laju Inflasi di 0.02 Persen pada bulan Agustus

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, Indonesia mencatat tingkat inflasi sebesar 0,02 persen pada minggu ketiga Agustus. Angka tersebut diambil dari survei pemantauan harga (SPH) yang dilakukan oleh BI.

Dia mengatakan bahwa pada tingkat itu, inflasi setahun penuh akan mencapai 3,91 persen yang akan berada di bawah target inflasi sebesar 4 persen yang ditetapkan dalam APBNP 2017 yang direvisi.

Menurut Agus, tingkat inflasi masih terkendali di bawah ekspektasi BI. Kondisi tersebut akan membantu pemerintah mencapai target inflasi sebesar 4 persen untuk tahun 2017 dan 3,5 persen untuk tahun 2018.

Inflasi yang diukur dengan indeks harga konsumen (IHK) pada bulan Juli tercatat sebesar 3,88 persen (year-on-year / yoy).

Agus mengatakan, selain dari tingkat inflasi yang stabil dari sektor administered prices, tingkat inflasi sektor pangan volatil dan inflasi inti lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tingkat inflasi pasca-Idul Fitri dalam tiga tahun terakhir.

Inflasi inti year-on-year tercatat tergolong rendah yaitu 3,05 persen. Agus mengatakan inflasi inti yang rendah disebabkan oleh terbatasnya permintaan domestik, ekspektasi inflasi yang mantap dan stabil rupiah. “Ke depan, inflasi diprakirakan tetap rendah di sekitar target inflasi yang ditetapkan,” katanya.

Tingkat inflasi yang lebih rendah, kata Agus, terjadi karena pasokan lebih besar dari pada permintaan, stabilnya rupiah, penurunan inflasi global dan risiko kenaikan kenaikan harga administrasinya. “BI terus berkoordinasi dengan pemerintah agar inflasi tetap rendah.”

Sejalan dengan tingkat inflasi yang rendah, BI telah memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuannya, tingkat repo 7-hari turun sebesar 25 basis poin menjadi 4,5 persen. Agus mengatakan bahwa tarif baru akan mulai efektif mulai hari ini. Apalagi, tingkat suku bunga deposito telah turun 25 basis poin menjadi 3,75 persen dan tingkat suku bunga pinjaman turun 25 basis poin menjadi 5,25 persen. “Penurunan suku bunga acuan akan diikuti oleh penurunan suku bunga instrumen moneter lainnya,” kata Gubernur Bank Indonesia.