FBS Indonesia : Home /Berita Ekonomi /Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di tengah ketidakpastian global

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di tengah ketidakpastian global

Bank Indonesia (BI) memutuskan pada hari Kamis untuk menjaga tingkat reverse repo tujuh-hari sebesar 4,75 persen dalam menanggapi ketidakpastian global menyusul hasil pemilihan presiden AS baru-baru ini.

“BI merespons ketidakpastian dalam pertimbangan kondisi stabil dalam ekonomi domestik,” kata Gubernur BI Agus Martowardojo dalam konferensi pers di kantor bank sentral di Jakarta , Kamis .

Agus menambahkan bahwa setelah pemilu AS, yang melihat kemenangan kandidat Partai Republik Donald Trump, ketidakpastian global sebagai akibat dari program ekonomi pemerintah baru telah membuat rupiah stabil. Seminggu setelah pemilihan 8 November, rupiah terdepresiasi 2,23 persen menjadi Rp 13.340 per dolar AS, namun angka tahun-to-date masih menunjukkan bahwa mata uang dihargai oleh 2,97 persen.

“Kami harus berhati-hati dengan yang akan datang kebijakan AS, seperti gerakan fiskal ekspansif, proteksionisme perdagangan dan tingkat Federal Reserve [kenaikan],” kata Agus.

Selain itu, ia menambahkan, ekonomi AS telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, mengurangi pengangguran dan meningkatkan inflasi, yang meningkatkan kemungkinan Fed meningkatkan suku bunga acuan bulan depan dan memberikan tekanan pada ekonomi dunia.

Sebuah kenaikan suku bunga Fed akan berpotensi menyebabkan arus modal keluar dari negara berkembang, seperti Indonesia, karena investor kemungkinan akan memindahkan uang mereka dalam mencari hasil yang lebih baik.

Previous post:

Next post: