Bank Indonesia Menjaga Tingkat Tolok ukur sebesar 4,25 persen

Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk mempertahankan BI Reverse On Repo 7 hari di level 4,24 persen, sedangkan suku bunga deposito dan suku bunga pinjaman juga dipelihara 3,50 persen dan 5,00 persen, efektif mulai 17 November.

“Keputusan tersebut konsisten dengan upaya menjaga stabilitas makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan, serta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sambil terus mengawasi dinamika ekonomi global dan domestik,” Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan dalam sebuah konferensi pers. kemarin, 16 November.

Agus menilai suku bunga saat ini cukup untuk menjaga agar target inflasi tetap berjalan. Apalagi, dia mengaku defisit akun saat ini sehat.

Sementara itu, ekonomi domestik terus tumbuh dengan struktur ekonomi yang lebih seimbang. Selain itu, Agus menjelaskan, BI tetap berhati-hati terhadap risiko global terkait rencana kebijakan moneter yang lebih ketat di negara maju.

“Sedangkan untuk risiko domestik seperti lemahnya konsumsi rumah tangga dan intermediasi perbankan, BI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah,” katanya.

Gubernur Bank Indonesia menjelaskan bahwa koordinasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan bauran kebijakan dalam upaya menjaga stabilitas makroekonomi, stabilitas keuangan dan mendorong reformasi struktural untuk memperkuat fundamental ekonomi Indonesia.