Bank Mandiri menerbitkan obligasi senilai Rp 5 triliun

Pemberi pinjaman milik negara Bank Mandiri mengharapkan untuk mengumpulkan dana sebesar Rp 5 triliun (US $ 375,6 juta) dari penerbitan obligasi yang akan datang untuk mendukung pembiayaan proyek infrastruktur jangka panjang.

Penerbitan perdana akan dilakukan dalam dua jenis surat berharga, yaitu obligasi kupon dan obligasi zero-coupon. Pemberi pinjaman tersebut akan menjadi bank pertama di negara tersebut yang mengeluarkan surat hutang tersebut, kata direktur perbankan grosir Royke Tumilaar.

“Kami akan menggunakan dana untuk memperbaiki struktur pendanaan kami karena pada umumnya, proyek infrastruktur membutuhkan pembiayaan jangka panjang, seperti hingga 10 tahun,” katanya dalam sebuah konferensi pers, Senin.

Untuk obligasi zero-coupon, Mandiri menawarkan tenor tiga tahun dan imbal hasil berkisar antara 7,4 sampai 8,15 persen.

Sedangkan untuk obligasi kupon, akan dibagi menjadi seri A dengan tenor lima tahun dan imbal hasil berkisar antara 7,7 sampai 8,45 persen, seri B dengan tenor tujuh tahun dan imbal hasil antara 7,95 persen dan 8,7 persen, dan seri C dengan 10- Tenor tahun dan imbal hasil dari 8,05 persen menjadi 8,8 persen.

Pembukuan akan dilakukan dari tanggal 5 sampai 22 Mei, sementara penawaran umum diperkirakan akan berlangsung dari tanggal 9 sampai 12 Juni.

Bank telah menunjuk lima perusahaan efek sebagai penjamin emisi untuk penerbitan obligasi tersebut, yaitu Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, BCA Sekuritas, BNI Sekuritas dan Danareksa Sekuritas.

“Namun, kami belum memutuskan tranche [nilai] untuk masing-masing jenis obligasi karena kami masih memantau perkembangan pasar,” kata Direktur Utama Mandiri Sekuritas Silvano Rumantir.