BI mengatakan RTGS, Sistem Kliring Aman dari WannaCry Ransomware

Direktur Eksekutif Komunikasi Tirta Segara meyakinkan Bank Indonesia bahwa BI Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS) dan sistem kliring nasional (SKNBI) Beroperasi normal atau tidak terpengaruh oleh ransomware WannaCry yang melanda sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Ransomware menyerang PC dengan menguncinya atau mengenkripsi semua file yang tersimpan di dalamnya sehingga membuat mereka tidak dapat diakses. “Sampai kemarin, RTGS dan bank kliring belum melaporkan bahwa sistem mereka terkena serangan malware, kami juga memeriksanya,” katanya kemarin di Jakarta.

Tirta mencatat bahwa Bank Indonesia telah mengantisipasi serangan tersebut dengan memperbarui sistem dengan perangkat lunak antivirus terbaru dan tambalan untuk Windows.

Selain itu, Tirta juga mengatakan bahwa bank sentral mendorong RTGS dan bank kliring untuk memperbarui sistem mereka dan melakukan tindakan pencegahan serupa. Dikatakannya pihak counter-counter BI yang terhubung dengan sistemnya juga harus mengupgrade antivirus mereka dengan versi terbaru.

Tirta mengatakan bahwa bank sentral telah menonaktifkan sementara akses internetnya di komputer atau server individual, dan juga sistem yang terkait dengan sistem dan transaksi. “Kami telah memblokir lalu lintas keluar; Mengetahui bahwa semuanya berjalan dengan baik dan telah mengupgrade [sistem] dengan antivirus terbaru, kami telah menghubungkannya kembali, “katanya.

Dengan menekan ancaman malware, Tirta mengatakan belum ada laporan kerugian finansial. “Tidak ada satupun transaksi yang terus berlanjut; Semua masih normal. “