FBS Indonesia : Home /Berita Ekonomi /BI revisi ke bawah 2017 proyeksi pertumbuhan

BI revisi ke bawah 2017 proyeksi pertumbuhan

Bank Indonesia (BI) telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk 2017-5,4 persen dari sebelumnya 5,5 persen, karena melihat sedikit dukungan dari ekonomi global.

Menunjuk kelemahan di negara maju seperti Uni Eropa dan Jepang, Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan konsensus perkiraan untuk pertumbuhan ekonomi global tahun depan hanya 3 persen. Kemungkinan AS mengadopsi langkah-langkah proteksionis di bawah pemerintahan Donald Trump juga akan memperburuk kondisi, katanya.

“Dampak langsung dari proteksionisme AS tidak akan besar, karena ekspor kita ke AS hanya 11 persen dari total ekspor kami, tapi kami mungkin berdampak tidak langsung melalui Cina,” kata Agus saat konferensi pers di kantor pusat BI, Jumat.

Indonesia mengekspor bahan didominasi baku dan komoditas ke China, sementara Cina ekspor barang kebanyakan jadi ke AS. Jatuh ekspor Cina ke AS dapat mengurangi permintaan Cina untuk bahan baku dan komoditas.

Sementara itu, bank sentral memprediksi industri perbankan deposito dan pinjaman pertumbuhan pada tahun 2017 menjadi 11 dan 12 persen, masing-masing. Pemerintah mungkin mencairkan dana dari amnesti pajak pada pertengahan 2017, yang akan merangsang perekonomian domestik, kata BI.

“Pemulihan pertumbuhan kredit akan terlihat setelah kuartal kedua, mungkin tetap lemah sampai saat itu,” kata Agus.

Adapun Oktober, industri perbankan melihat pinjaman tumbuh sebesar 7,4 persen tahun-ke-tahun (yoy), sedangkan deposito meningkat 6,5 persen yoy. Untuk tahun 2016, bank sentral telah memangkas target dua digit untuk 9 persen untuk pertumbuhan kredit dan 8 persen untuk pertumbuhan deposito.

Previous post:

Next post: