FBS Indonesia : Home /Berita Ekonomi /BI Revisi Peraturan E-Money

BI Revisi Peraturan E-Money

Bank Indonesia (BI) akan membuat revisi lain untuk regulasi pada uang elektronik dan memperkenalkan dompet elektronik dalam Peraturan Bank Indonesia. Peraturan baru pada proses transaksi pembayaran diharapkan akan selesai pada November 2016.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas mengatakan bahwa salah satu poin revisi terkait dengan perluasan basis uang elektronik. Saat ini, Ronald mengungkapkan, ada dua jenis uang elektronik, yaitu berbasis server dan berbasis kartu uang elektronik. BI sedang mempertimbangkan menambahkan uang berbasis gadget sebagai kategori baru.

“Saat ini kami memiliki Samsung Pay dan Apple Bayar. Mereka tidak menggunakan kartu,” kata Ronald di Jakarta, Rabu, 9 November, 2016.

Ronald menjelaskan bahwa ada dua kategori dari e uang, yaitu Mengenal Nasabah (KYC) dan non-Mengenal Nasabah (nKYC).

Dalam peraturan baru, BI berencana untuk meminta elektronik penerbit uang dengan jumlah anggota aktif tidak kurang dari 300.000 untuk mendaftarkan uang elektronik.

“[Electronic uang penerbit] dengan di bawah 300.000 pengguna tidak perlu mendapatkan izin, tetapi mereka harus melaporkan. Selain itu, mereka harus membangun badan hukum,” kata Ronald.

Dalam hal saldo minimum, Ronald menjelaskan bahwa tidak akan ada revisi mengenai hal tersebut. Saldo minimum untuk uang elektronik non-terdaftar adalah Rp 1 juta (US $ 77), sedangkan untuk satu terdaftar adalah Rp 10 juta (US $ 770).

Previous post:

Next post: