BRI, MoU tinta Bumiputera

Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi Jiwa Bumiputera (AJB) menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai jasa keuangan di Jakarta pada hari Kamis.

Berdasarkan MoU, pemberi pinjaman negara yang paling menguntungkan akan setuju untuk menyediakan layanan pengelolaan kas dalam bentuk BRI Virtual Accounts (Briva) untuk nasabah AJB, yang memungkinkan perusahaan asuransi untuk mengakses data pembayaran premi pelanggan secara real time.

“Dengan dukungan dari BRI, pelanggan kami dapat membayar premi mereka dengan lebih mudah,” kata direktur utama AJB Wiroyo Karsono.

AJB berharap dapat memperluas hubungan dengan BRI menjadi layanan autodebit dan bancassurance.

Saat ini perusahaan memiliki lebih dari 6,5 juta pemegang premi, dengan premi baru sebesar Rp 1 triliun (US $ 74,94 juta) tahun lalu.

BRI, sementara itu, berharap bahwa kemitraan baru ini akan membantu meningkatkan portofolio pendapatan berbasis biaya.

Bank Dunia telah menetapkan target pertumbuhan “dua digit” untuk pendapatan fee based pada 2017, kata direktur institusi BRI Kuswiyoto.

Menurut data dari bank, BRI membukukan pendapatan berbasis fee sebesar Rp 9,2 triliun di tahun 2016, 3,3 persen berasal dari layanan pembayaran.

BRI telah beroperasi di negara ini selama hampir 122 tahun, sementara AJB diciptakan sebagai bagian dari upaya menyelamatkan perusahaan asuransi jiwa bersama Jiwa Bersama Bumiputera.