Burung di landasan; Bandara Yogyakarta Ditutup selama 2,5 jam

Bandara Adisutjipto atau Bandara Yogyakarta ditutup dari pukul 05:00 sampai 07:30 pagi ini. Manajemen bandara harus berhenti beroperasi karena ada burung di landasan.

Staf bandara menyita waktu untuk mengusir burung dari landasan pacu, sehingga mengganggu lusinan penerbangan terjadwal.

“Kami melakukan ini untuk keamanan penerbangan,” kata Liza Anindya Rahmadia, juru bicara Anhoasa Pura I Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, Selasa, 7 November.

Karena apa yang terjadi, katanya, lima pesawat diinstruksikan untuk menahan diri dari pendaratan. Selain itu, lima pesawat pun diminta untuk menunda penerbangan mereka. Dua penerbangan juga dialihkan ke Bandara Juanda di Surabaya dan Bandara Adisoemarmo di Solo.

Dalam beberapa hari terakhir, hujan di Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Akibatnya, rayap terbang atau ‘laron’ muncul dari tanah sekitar, berfungsi sebagai makanan bagi burung-burung di landasan pacu.

Burung mulai datang pagi-pagi sekali untuk mencari rayap dalam jumlah besar. Pada malam hari, larons terbang di dekat lampu landasan.

Bandara terus memantau aktivitas burung, dan terus mengusir mereka dari landasan pacu.

“Landasan pacu telah dibuka kembali dan mulai beroperasi mulai pukul 07:35 pagi,” kata Liza.