China, Eropa menjanjikan lebih dekat hubungan penerbangan menjelang peluncuran jet penting

Regulator penerbangan China dan Eropa mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka akan menjalin hubungan yang lebih erat mengenai manufaktur dan sertifikasi pesawat terbang karena industri global mengalihkan perhatiannya ke China menjelang penerbangan perdana jet C919 buatan China.

Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) dan European Aviation Safety Agency (EASA) mengadakan pertemuan penting mengenai penerbangan di Shanghai karena pemerintah China mendorong peran lebih besar di pasar penerbangan global.

Penerbangan pertama di bulan Mei dari jet C919, yang dibangun oleh Commercial Aircraft Corp of China (COMAC), akan menandai sebuah langkah besar bagi Beijing. Pemerintah berharap jet tersebut akan bersaing dengan Boeing Co dan Airbus SE untuk mendapatkan potongan penjualan jet global senilai US $ 2 triliun selama 20 tahun ke depan.

Namun, rintangan besar adalah bahwa Eropa dan Amerika Serikat harus mengesahkan sebuah pesawat penumpang Cina buatan dalam negeri dan saat ini tidak mengakui prosedur sertifikasi China, yang membatasi negara-negara di mana China dapat menjual pesawatnya.

“Hubungan yang semakin erat antara industri penerbangan China dan Eropa telah menciptakan kondisi yang baik dan landasan yang kokoh untuk memperdalam kerjasama pembuatan dan sertifikasi pesawat terbang,” administrator CAAC Feng Zhenglin mengatakan.

Pejabat CAAC lainnya mengatakan bahwa hubungan yang lebih erat akan “meningkatkan pengaruh global dan daya saing penerbangan China”.

Pertemuan antara CAAC dan EASA adalah yang pertama sejak keduanya menandatangani sebuah kesepakatan pada tahun 2015 untuk bekerja sama lebih erat dalam masalah penerbangan dalam sebuah proyek lima tahun.

Dasi telah menghasilkan beberapa hasil. EASA mengatakan pada hari Rabu bahwa pihaknya telah memulai proses sertifikasi untuk C919, meskipun belum ada keputusan yang dibuat.

Pesawat buatan China pertama di dalam negeri, jet ARJ21 regional, belum menerima sertifikasi Federal Aviation Administration (FAA) atau EASA, yang menimbulkan pertanyaan apakah jet C919 yang lebih besar akan disetujui di Barat.

Pertemuan Shanghai akan melihat rakit perusahaan penerbangan global termasuk COMAC, Airbus, Safran SA, Rolls-Royce Holdings PLC dan British Airways, bagian dari International Consolidated Airlines Group SA.

(Dilaporkan oleh Jackie Cai dan Brenda Goh; Penulisan oleh Adam Jourdan; Editing oleh Christopher Cushing)