Dana tambahan untuk dialokasikan untuk sertifikasi tanah

Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil mengatakan bahwa kementeriannya akan dapat mengesahkan 5 juta bidang tanah tahun ini yang ditargetkan oleh Presiden Joko “Jokowi” Widodo karena Kementerian Keuangan akan mengucurkan dana tambahan untuk program tersebut.

“Soal dana tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sepakat akan ada tambahan dana di bulan Juni,” kata Sofyan seperti dilansir kontan.co.id, Jumat.

Hanya Rp 1,4 triliun (US $ 104,94 juta) untuk sertifikasi yang telah dialokasikan dalam APBN 2017. Sofyan mengatakan sebelumnya bahwa dana tersebut cukup hanya untuk sertifikasi 2 juta bidang tanah, sementara Presiden Jokowi menegaskan bahwa kementerian tersebut mengesahkan 5 juta bidang tanah.

Sofyan mengatakan, pihaknya membutuhkan dana Rp 2,8 triliun untuk mencapai target pemerintah.

Masalahnya, anggaran negara yang direvisi biasanya disetujui DPR pada bulan September, kata Sofyan.

“Jika uang itu dicairkan pada bulan September, akan sangat terlambat. Oleh karena itu, saya telah meyakinkan menteri ekonomi koordinator dan menteri keuangan bahwa kita memerlukan uang, “kata Sofyan, menambahkan bahwa sertifikasi tanah memerlukan waktu untuk pemetaan, pengukuran, registrasi dan sertifikasi.

Dia mengatakan bahwa dari 130 juta bidang tanah di negara ini, hanya 46 juta yang telah mendapatkan sertifikasi.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution meyakinkan bahwa sertifikasi tanah akan berlanjut meski anggaran negara belum direvisi. “Akan ada dana talangan untuk memastikan sertifikasi lahan bisa berlanjut,” tambahnya.