Delegasi Bisnis di Manila untuk Meningkatkan Hubungan Ekonomi Bilateral

Delegasi bisnis Indonesia yang terdiri dari usaha kecil dan menengah (UKM) dan kepala bisnis besar ada di Manila untuk meningkatkan hubungan dan pertukaran perdagangan dan ekonomi lebih lanjut dengan Filipina.

Delegasi beranggotakan 40 orang, yang dipimpin oleh ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Rosan Roeslani, berada di Manila dari hari Rabu sampai Minggu untuk melakukan serangkaian pertemuan business-to-business dengan rekan-rekan mereka di Filipina, menurut Informasi dari Departemen Perdagangan dan Industri Filipina (DTI).

Kunjungan bisnis tersebut juga merupakan salah satu acara sampingan selama kunjungan kenegaraan ke Filipina Presiden Indonesia Joko Widodo pada tanggal 28 April, Kedutaan Besar Filipina di Jakarta mengatakan dalam sebuah pernyataan pers.

Untuk menyambut delegasi bisnis, sebuah Forum Jaringan Bisnis diadakan pada tanggal 26 April di KBRI untuk memfasilitasi jaringan dan menjalin hubungan perdagangan dan ekonomi yang lebih dekat dan lebih bersemangat antara Filipina dan Indonesia.

Duta Besar RI untuk Filipina Johny Lumintang mencatat dalam sambutannya menyambut membaiknya hubungan perdagangan antara Filipina dan Indonesia dengan transaksi perdagangan sebesar US $ 3,56 miliar pada tahun 2015. Dia juga melaporkan bahwa Indonesia sekarang merupakan mitra dagang ke-9 di Filipina dengan persentase Pangsa 3,7% dalam total perdagangan Filipina dengan dunia.

Dalam forum tersebut, DTI melakukan briefing Doing Business di Filipina dan mempresentasikan peluang perdagangan dan investasi di negara ini. Salah satu yang menarik dari presentasi tersebut adalah proyek kemitraan publik swasta potensial yang dapat memacu perkembangan besar di negara ini.

Fokus khusus pada Mindanao juga dipaparkan, khususnya inisiatif untuk meningkatkan konektivitas di wilayah ini.

Delegasi UKM Indonesia menghadiri ASEAN Creative Cities Forum and Exhibition, sebuah acara yang bertujuan untuk mempromosikan ASEAN yang kreatif dan inovatif pada hari Kamis.

Pembicara ternama dari Indonesia seperti Walikota Achmad Alf Arslan Djunaid dari Pekalongan berpartisipasi dalam diskusi panel Kerajinan dan Kesenian Rakyat.

Pekalongan atau “Kota Batik” Indonesia adalah salah satu anggota UNESCO Creative Cities Network, sebuah organisasi yang mempromosikan kerjasama dengan dan antar kota yang telah mengidentifikasi kreativitas sebagai sektor strategis untuk pembangunan perkotaan.

Delegasi tersebut bertemu dengan para eksekutif bisnis papan atas di sela Prosperity for All Summit yang diselenggarakan oleh ASEAN Business Advisory Council, pada hari Jumat.

Sedikitnya delapan nota kesepahaman ditandatangani oleh konglomerat Indonesia dengan rekan-rekan mereka.

Kesepakatan tersebut akan membuka jalan bagi perluasan bisnis Indonesia di Filipina, investasi dalam layanan pengiriman air, pembuangan limbah dan sanitasi, kesepakatan kerjasama dalam pengembangan properti, dan promosi dan distribusi produk Indonesia ke Filipina dan sebaliknya.

Delegasi bisnis juga dijadwalkan melakukan perjalanan ke Davao City untuk berpartisipasi dalam peluncuran Layanan Pengiriman RoRo Davao / GeneralSantos-Bitung ASEAN pada hari Minggu.

Pelayaran perdana layanan pengiriman akan diluncurkan oleh Presiden Rodrigo Duterte dan Presiden Indonesia Joko Widodo.

Selain delegasi bisnis yang sudah berada di Manila, kontingen besar dari Bitung dan Manado juga akan menghadiri peluncuran DGB RoRo.

Pertemuan business-to-business antara perusahaan Indonesia dan Mindanaoan dijadwalkan akan dilakukan setelah peluncuran acara untuk mendorong lebih banyak pengusaha untuk memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh layanan pengiriman baru.