Diplomasi Meja Makan Efektif Diperkenalkan oleh Susi Pudjiastuti

Sepanjang karirnya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menceritakan pendekatannya terhadap usahanya terus-menerus dalam memberantas kapal-kapal nelayan asing dari perairan Indonesia.

Salah satu strategi yang paling menonjol adalah melakukan diplomasi yang dia sebut sebagai ‘meja makan diplomasi’, di mana Menteri Susi mengundang dan membahas masalah politik dengan perwakilan dari negara yang terlibat dalam kegiatan penangkapan ikan ilegal untuk duduk bersama di sebuah makan malam.

“Saya makan siang enam jam bersama perwakilan duta besar dan membahas moratorium kapal asing di Indonesia,” kenangnya dalam sebuah ceramah umum yang diadakan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada hari Selasa, 17 Oktober.

Menteri Susi Pudjiastuti teringat akan perundingan yang memanas dengan para duta besar dari China, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Australia. Selama ‘dinner diplomacy’, dia mengungkapkan bahwa dia menempatkan dirinya sebagai Menteri dan pengusaha daripada sebagai diplomat dan menegaskan untuk menerapkan peraturan Perikanan Ilegal yang tidak dilaporkan, tidak dilaporkan dan tidak diatur.

Susi mengklaim bahwa dia berhasil mendapatkan kesepakatan kolektif dengan duta besar asing dalam melarang sekitar 1.300 kapal asing beroperasi di perairan Indonesia. Dia juga memperingatkan operator dan pemilik kapal nelayan asing bahwa mereka mengikuti peraturannya atau menghadapi Angkatan Laut Indonesia.

Dua tahun setelah moratorium kapal penangkap ikan asing diimplementasikan, Menteri Susi Pudjiastuti mengklaim bahwa persediaan ikan telah meningkat enam juta ton, atau mencapai 12,5 juta ton pada tahun 2017 saja.