Ekonomi tumbuh 5,01% di kuartal pertama

Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi 5,01 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini, lebih tinggi dari 4,92 persen dan 4,71 persen yang terlihat pada periode yang sama tahun 2016 dan 2015, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada hari Jumat.

Pertumbuhan pada kuartal pertama terutama didukung oleh kenaikan ekspor, yang tumbuh 8,04 persen dan menyumbang 20,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Ekspor membaik pada kuartal pertama karena kenaikan harga komoditas dan ekonomi global, ditambah dengan kondisi ekonomi yang lebih baik yang dialami mitra dagang utama Indonesia,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam sebuah konferensi pers, Jumat.

Pemerintah harus terus memperhatikan risiko dan tantangan eksternal, seperti kebijakan perdagangan proteksionisme Amerika Serikat yang dapat mempengaruhi permintaan global, meskipun ekspor Indonesia ke AS tumbuh pada kuartal pertama, tambahnya.

Sementara itu, pertumbuhan konsumsi swasta, yang merupakan penyumbang terbesar terhadap PDB hampir 57 persen, tetap hampir rata pada 4,93 persen pada kuartal pertama dibandingkan dengan 4,94 persen pada periode yang sama tahun 2016.

Investasi tumbuh 4,81 persen dalam tiga bulan pertama, lebih tinggi dari 4,24 persen yang terlihat pada periode yang sama tahun lalu. Belanja pemerintah mencapai 2,71 persen, lebih rendah dari 2,93 persen pada kuartal pertama 2016.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan PDB 5,1% tahun ini, lebih tinggi dari 5,02% yang direalisasikan tahun lalu, namun lebih rendah dari target 5,2% pada 2016.