FBS Indonesia : Home /Berita Ekonomi /Ekonomi Tumbuh dengan 5,0-5,1 Persen di Q4: Menteri Sri

Ekonomi Tumbuh dengan 5,0-5,1 Persen di Q4: Menteri Sri

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis, 10 November, 2016 bahwa pertumbuhan ekonomi untuk berdiri di kisaran antara 5,0 dan 5,1 persen, “karena luas [kebijakan] fiskal.”

Menurut Sri Mulyani, kementerian dan lembaga akan menyadari beban anggaran mereka pada akhir 2016, yang diperkirakan mencapai 96 persen dari target.

Sri Mulyani menambahkan bahwa belanja negara pada periode Oktober-Desember 2016 akan berdiri di Rp 600600000000000 (US $ 46200000000), yang terdiri dari transfer pengeluaran dan anggaran pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Sementara itu, penerimaan dalam negeri diperkirakan berdiri di Rp 486100000000000 (US $ 37400000000) pada kuartal keempat.

“Oleh karena itu, ada defisit sebesar Rp 114500000000000 (US $ 8800000000),” Sri Mulyani menjelaskan.

Sri Mulyani mengatakan bahwa defisit akan ditutupi oleh penerbitan surat utang pemerintah yang telah berkembang ke 98,7 persen.

“Sisanya akan ditanggung oleh penerbitan obligasinya di pasar domestik,” Sri Mulyani menyatakan.

Sri Mulyani menegaskan bahwa Revisi 2016 defisit APBN akan dipertahankan pada 2,7 persen dari Produk Domestik Bruto (GNP).

Pada kuartal ketiga, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,02 persen year-on-year (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara ASEAN. Pertumbuhan ini didukung oleh konsumsi rumah tangga, yang dipertahankan pada 5,0 persen. Angka tersebut mewakili ekonomi yang stabil di Indonesia.

Meskipun angka yang menguntungkan, sektor investasi belum menunjukkan peningkatan pada kuartal ketiga. belanja pemerintah terus menunjukkan tren negatif berikut dan anggaran penundaan dan pemotongan.

Previous post:

Next post: