Ekspor Batik H1 Mencapai USD39,4 juta: Kementerian Perindustrian

Produk batik dan batik yang ekspor di paruh pertama 2017 mencapai USD39,4 juta dengan Jepang, Amerika Serikat dan Eropa menjadi pasar terbesar. Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar mengatakan bahwa prestasi tersebut menunjukkan bahwa industri batik nasional memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif di pasar global.

“Indonesia telah menjadi pemimpin pasar yang mendominasi pasar batik dunia. Itu sebabnya batik, identitas nasional kita, telah menjadi lebih populer dan diakui secara global, “katanya dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 3 Oktober. Dia yakin pasar ekspor batik nusantara bisa ditingkatkan mengingat pasar garmen global dinilai pada.

USD442 miliar. Industri batik Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang sesuai, katanya. Apalagi karena batik telah ditransformasikan menjadi berbagai produk fashion, kerajinan tangan dan hiasan rumah yang digunakan oleh orang-orang dari segala umur dan latar belakang. “Bahkan tokoh dunia seperti Barrack Obama dan Bill Gates suka memakai batik.

Kami, rakyat Indonesia, harus bangga memakai batik, “kata Haris. Dia telah meminta orang Indonesia untuk melestarikan warisan nusantara. Kementerian Perindustrian menggelar Pameran Hari Batik Nasional pada tanggal 26-29 September bekerjasama dengan Yayasan Batik Indonesia.