Ekspor Ikan Tidak terpengaruh oleh Peraturan

Ekspor ikan tidak terpengaruh oleh peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Setelah melihat trennya, nilai ekspor per bulan bulanan dari 2012 hingga 2016 menunjukkan kinerja perdagangan yang positif,” kata pejabat Perikanan Kementerian Perindustrian Slamet Soebjakto kemarin dalam sebuah pernyataan tertulis.

Menurut Slamet, penerbitan peraturan Kementerian Perikanan sebelumnya telah mempengaruhi budidaya ikan di beberapa daerah. Namun, layanan normal telah dilanjutkan. Pada penurunan harga kerapu di tingkat petani dan menurunnya permintaan, dia mengatakan bahwa hal itu disebabkan oleh fluktuasi pasar di negara tujuan ekspor. “Kondisinya musiman dan normal.”

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir Indonesia membukukan neraca perdagangan kerapu positif dengan rata-rata 9,4 persen per tahun. Pada 2016, nilai ekspor kerapu mencapai US $ 32,18 juta. Per Juli 2017, mencapai US $ 16,42 juta. Selain itu, volume ekspor kerapu pada periode yang sama meningkat rata-rata 30,75 persen per tahun.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah meminta pembukaan rute penerbangan ke pulau-pulau terluar di Indonesia untuk memfasilitasi ekspor ikan segar.