Ekspor Kelapa Sawit ke Eropa Naik 20% meski ada Kampanye Negatif

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa ekspor kelapa sawit Indonesia ke Eropa meningkat meski moratorium ekspor komoditas tersebut oleh Uni Eropa.

“Ekspor minyak sawit mentah ke Eropa dan Amerika meningkat bulan ini, sekitar 15-20 persen,” kata Enggartiasto kemarin di Jakarta saat mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sebuah pertemuan dengan Menteri Pembangunan Ekonomi Italia, Carlo Calenda.

Enggar mengatakan bahwa kenaikan volume ekspor meskipun kampanye negatif UE menunjukkan bahwa Eropa dan Amerika membutuhkan minyak sawit. Indonesia, bagaimanapun, harus mempersiapkan dampak kampanye terhadap industri ini.

Indonesia telah menerima kampanye negatif berkelanjutan melawan minyak sawit di Eropa. Enggar menunjuk sebuah kampanye bahwa minyak kelapa sawit mengandung kolesterol tinggi.

Eropa sekarang merongrong industri kelapa sawit melalui isu lingkungan dan penggundulan hutan. Meski tidak berdampak pada ekspor, Indonesia perlu mengambil sikap. “Sebenarnya masalah lingkungan tidak mempengaruhi ekspor, tapi jika dibiarkan tidak tertangani, bisa jadi itu berbahaya. Kampanye negatif yang berulang akan berdampak buruk, “kata Enggar.

Moratorium ekspor kelapa sawit dibahas oleh VP Kalla dan Mr. Calenda. Yang terakhir mengatakan bahwa Italia akan membantu menyelesaikan masalah karena ini juga merupakan bagian dari negosiasi CEPA Indonesia-EU (European Union-Comprehensive Economic Partnership).

Enggar mengatakan bahwa pemerintah mengharapkan untuk menyelesaikan perundingan CEPA Indonesia-UE tahun ini. Namun, dia mengakui bahwa isu kelapa sawit dapat menghambat negosiasi.