FBS Indonesia : Home /Berita Ekonomi /Ekspor non-migas ke Amerika Bawah 1,8 Persen

Ekspor non-migas ke Amerika Bawah 1,8 Persen

Bank Indonesia (BI) mencatat penurunan non-minyak dan gas volume yang ekspor ke AS di kuartal tiga.

Kepala bank sentral statistik departemen Hendy Sulistiowati mengatakan penurunan itu bukan hasil dari kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden.

“Ini telah di kecenderungan untuk menurun sejak kuartal pertama tahun ini, sebelum pemilu. Jadi bukan karena itu,” kata Hendy, Jumat, 11 November menyatakan bahwa penurunan itu murni karena permintaan rendah.

Hendy mengatakan bahwa ekspor Indonesia ke AS dikontrak oleh 1,8 tahun ke tahun di Q3 / 2016, dipicu oleh penurunan 13,2 persen dalam ekspor tekstil dan penurunan 10,9 persen pada ekspor karet alam.

Amerika masih tujuan ekspor utama Indonesia untuk komoditas non-minyak, dengan pangsa pasar sebesar 12,2 persen. Cina berikut dengan 10,3 persen dan Jepang datang ketiga dengan 10 persen.

Mengenai kemenangan Trump, Hendy menegaskan bahwa efeknya pada perekonomian Indonesia masih menebak siapa pun. Dia menambahkan bahwa nilai investasi langsung Amerika di Indonesia adalah “benar-benar kecil” dibandingkan dengan tetangga ASEAN ‘US $ 2 miliar dan Jepang US $ 1,3 miliar.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar global setelah pemilihan Trump sebagai presiden Amerika Serikat. Sri mengatakan beberapa hal yang dapat mengawasi mencakup pandangan dan kebijakan perdagangan dan investasi pemerintahan Trump.

Sebagai pasar ekonomi terbesar dunia, Sri mengatakan kebijakan Amerika akan memiliki pengaruh pada hubungan negara dalam hal perdagangan dan investasi.

Kebijakan lain menunggu adalah salah satu perubahan iklim, seperti Trump mengatakan apa-apa tentang masalah lingkungan selama kampanye. Ada kemungkinan bahwa di bawah Trump, Amerika akan membatalkan rencana mereka untuk membiayai program-program perubahan iklim.

Previous post:

Next post: