Enam perjanjian jual beli gas ditandatangani

Enam perjanjian jual beli gas ditandatangani saat pembukaan pameran dan konvensi Perkeretaapian Indonesia (IPA) ke-41 di Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan, Rabu.

Perjanjian tersebut diperkirakan menyumbang sekitar US $ 5 miliar kepada kas negara selama masa kontrak.

Kepala Satuan Tugas Regulasi Khusus Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKKMigas) Amien Sunaryadi mengatakan semua kesepakatan tersebut untuk keperluan rumah tangga.

“Gas tersebut akan digunakan untuk memasok kebutuhan produksi, tenaga industri dan minyak dan gas (siap jual), selain kebutuhan rumah tangga,” katanya.

Enam kesepakatan yang ditandatangani pada hari Rabu terdiri dari empat kesepakatan baru dan dua amandemen kontrak yang ada.

Salah satu kesepakatannya adalah untuk penjualan gas alam cair (liquefied natural gas / LNG) dari pabrik BP Tangguh ke perusahaan listrik milik negara PLN. BP, di samping kontraktor Tangguh lainnya, untuk memasok PLN dengan 16 kargo LNG per tahun mulai 2020 sampai 2035.

“Kami berharap PLN dapat sepenuhnya menyerap pasokan LNG untuk mendukung program Nawacita pemerintah dan menyediakan listrik yang memadai sambil juga meningkatkan rasio elektrifikasi nasional,” kata Amien.

Sementara Indonesia terus mengekspor gas, pasokan untuk kebutuhan dalam negeri terus meningkat. SKKMigas memperkirakan bahwa permintaan meningkat sekitar 9 persen per tahun dari tahun 2003 sampai 2016. Data menunjukkan bahwa 58,5 persen alokasi gas domestik tahun ini telah dipenuhi pada akhir Februari.