Harga Tanah yang Mahal Hamper Satu Juta Program Perumahan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengatakan bahwa tingginya nilai lahan dan kurangnya ketersediaannya merupakan tantangan terbesar bagi satu juta program perumahan.

“Lahan khusus yang dialokasikan untuk perumahan MBR (orang dengan pendapatan rendah) belum tersedia. Kami berharap metode land bank bisa membantu, “kata Dirjen Perumahan Perumahan Lana Winayanti hari ini, 16 Mei.

Tantangan lainnya adalah, Lana mengatakan, proses rumit perolehan tanah dan sertifikasi tanah, serta rendahnya daya beli konsumen.

“Proses adaptasi atau akulturasi juga lamban, terutama di daerah apartemen murah dimana penyewa dan pengembang masih membutuhkan mediasi,” kata Lana.

Dia berpendapat bahwa sinergi antara semua pemangku kepentingan, baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, atau bahkan pengembang, adalah hal utama yang membuat program tersebut berhasil.

Pemerintah pusat hanya mampu memberikan 10-15 persen dari total satu juta target. Selain itu, mereka hanya bisa mensubsidi 35-40 persen untuk setiap rumah.

Satu juta program perumahan telah muncul kembali pada 2017. Sekitar 700.000 rumah telah dibangun untuk MBR dan non-MBR. Untuk mempercepat program tersebut, pemerintah menyediakan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk 120.000 rumah.