Hutang Pemerintah Terelola, Analis Berkata

Kenaikan utang pemerintah bisa dikelola, kata seorang analis ekonomi di Universitas Indonesia (UI) Lana Soelistianingsih. Lana mengatakan bahwa fokus tidak harus diletakkan pada jumlah tersebut, namun pada rasio hutang terhadap PDB, yang tetap sebesar 30 persen.

“Kita harus melihat rasio hutang terhadap layanan, yang masih sekitar 30 persen,” katanya kepada Tempo dalam sebuah wawancara telepon pada hari Selasa, 25 April 2017.

Utang pemerintah pada Maret 2017 mencapai Rp3.649,75 triliun. Lana menambahkan, produk domestik bruto (PDB) Indonesia mencapai sekitar Rp12 triliun. Menurutnya, pemerintah Indonesia tidak pernah gagal membayar pinjamannya.

Dia mengatakan peraturan lindung nilai Bank Indonesia juga akan membantu pengelolaan utang pemerintah. Misalnya, katanya, kebijakan lindung nilai dapat diadopsi untuk menjaga keberlanjutan hutang.

Apalagi, Lana menyarankan agar diharapkan lebih banyak hutang bisa berdampak pada pembangunan nasional yang dapat menyebabkan peningkatan pendapatan nasional.

Menurut Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Manajemen Risiko (DJPPR), utang pemerintah pada Desember 2016 mencapai Rp3.466,96 triliun, meningkat Rp301,83 triliun dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp3.165,13 triliun.