INDEF: Waspadalah terhadap Tahun Politik 2018

Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Keuangan (Indef) memperingatkan pemerintah untuk waspada terhadap beberapa faktor yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi tahun depan, salah satunya adalah Pilkada 2018 secara serentak di 171 lokasi.

“Memasuki tahun politik, upaya untuk memperbaiki pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen akan sulit, meski bukan tidak mungkin,” kata Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati pada hari Rabu, 18 Oktober.

Di satu sisi, menurut Enny, pemilihan dapat mendorong kegiatan ekonomi namun juga dapat menghambat proyeksi pendapatan APBN. Dia menganalisis bahwa pemilik bisnis akan lebih memilih untuk berhati-hati dan mungkin juga menahan investasi sebelum pemimpin baru dipilih selama musim pemilihan.

Indef memprediksi bahwa ekonomi Indonesia hanya akan mulai membaik pada semester kedua tahun 2018. “Meskipun, tidak ada jaminan akan terjadi peningkatan pesat pada semester kedua, mengingat [isu politik] yang menuju Pemilu Presiden ke 2019,” kata Enny. Enny mengingatkan agar pemerintah lebih realistis dalam menetapkan tujuan dan dengan hati-hati menghitungnya. Kebijakan pemerintah, katanya, perlu difokuskan pada sektor konsumsi rumah tangga dan investasi. Dua dari sektor tersebut berkontribusi terhadap 80 persen PDB negara tersebut.