Indeks Jakarta mencapai rekor baru sepanjang 6.070 poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada 6.070 poin pada hari Selasa atau tertinggi sepanjang masa.

Indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat 6,12 poin atau 0,10 persen pada Selasa untuk mencatat rekor tertinggi pada 6.070 poin, kata analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada pada hari Selasa.

Indeks 45 saham paling likuid (LQ45) naik 5,03 poin atau 0,49 persen menjadi 1.024,69 poin.

“Setelah mengalami tekanan, aksi beli oleh investor menjelang akhir sesi akhir, mendorong IHSG ke area positif untuk mencapai rekor tertinggi,” kata Reza Priyambada.

Berdasarkan data di Bursa Efek Indonesia, rekor baru lebih tinggi hanya sedikit dari rekor sebelumnya 6.069,78 poin pada penutupan pasar pada 22 November 2017.

Reza mengatakan aksi beli selektif oleh beberapa investor yang mendorong kenaikan indeks, disebabkan oleh stabilitas rupiah dan fundamental ekonomi yang kuat di negara ini.

Dia mengatakan aksi beli tersebut menghasilkan net beli asing sebesar Rp218,95 miliar.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan secara teknis IHSG bergerak ke area konsolidasi.

Mafi memprediksi IHSG akan bergerak di kisaran 6.040-6.080 poin dalam perdagangan Rabu.

Frekuensi perdagangan 351.879 kali dengan 10.419 saham senilai Rp8.181 triliun berubah tangan. Gainers berjumlah 130 pemenang terhadap 236 decliner dengan 114 saham flat.

Pasar regional seperti Nikkei dan Hang Seng mencatat penurunan indeks dengan Straits Times menguat.