Indonesia – Australia Mull Bebaskan Bea Masuk

Pemerintah Indonesia dan Australia mempertimbangkan untuk menerapkan bea masuk nol persen untuk tiga komoditas unggulan masing-masing negara.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan tersebut termasuk dalam Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia, yang diharapkan dapat memacu pertumbuhan industri melalui perluasan pasar ekspor.

“Ini adalah pembahasan pelaksanaan perjanjian perdagangan bebas, jadi kita harus memperhitungkan kelebihan dan kekurangannya,” kata Airlangga dalam sebuah e-mail kemarin, 12 Oktober.

Airlangga membahas masalah ini dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson di kantornya pada hari Rabu. Menteri tersebut mengatakan Australia meminta pembebasan bea masuk untuk susu skim dan susu bubuk skim, katoda tembaga, dan baja canai panas dan dingin; sambil menawarkan duty free untuk tekstil, alas kaki dan pakaian Indonesia.

Menurut Airlangga, pembebasan bea masuk merupakan peluang besar bagi industri Indonesia untuk tumbuh. Namun, direktur jenderal ketahanan dan pengembangan industri internasional (KPAII) Harjanto mengatakan bahwa mereka tidak dapat segera menyetujui usulan Australia, karena memerlukan perhitungan menyeluruh untuk memastikan bahwa kerjasama tersebut menguntungkan kedua negara.

Dia menyarankan Australia untuk menggunakan skema bebas tugas khusus pengguna (USDFS), yang memberi preferensi tarif nol persen bila ada arus masuk investasi. “Investasi harus mengalir untuk mendatangkan transfer teknologi.”