FBS Indonesia : Home /Berita Ekonomi /Indonesia berjuang untuk mempertahankan produksi teh

Indonesia berjuang untuk mempertahankan produksi teh

Perusahaan perkebunan milik negara-PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII berencana untuk menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga penelitian tahun depan dalam upaya untuk meningkatkan tingkat produktivitas perkebunan teh perusahaan di tengah kondisi cuaca stabil baru-baru ini.

Perusahaan juga akan terus bekerja sama dengan lembaga riset bioteknologi di Bogor, Jawa Barat, untuk menemukan teknologi yang tepat yang dapat meningkatkan produktivitas tahunan perkebunan teh, yang hanya berjumlah 1.200 kilogram per hektar tahun lalu sebagai akibat dari El fenomena cuaca Niño.

“Teknologi diperkenalkan oleh lembaga akan membantu kita untuk memaksimalkan jumlah memetik poin. Misalnya, dengan sistem kami saat ini, plot 1 meter persegi hanya menghasilkan 200 poin pemetikan. Dengan teknologi baru, itu bisa meningkat menjadi 350 poin pemetikan, “kata direktur operasi PTPN VIII Tatang Supriatna dalam diskusi pada hari Senin.

Tatang menjelaskan bahwa ancaman utama bagi produktivitas perkebunan teh adalah perubahan iklim, yang menyebabkan suhu di sekitar areal perkebunan perusahaan naik 5-7 derajat Celsius.

“Ini adalah tantangan besar bagi industri sejak pertumbuhan tanaman teh akan sangat dipengaruhi harus suhu lebih tinggi dari 27 derajat Celcius,” katanya.

usaha perkebunan pemerintah dioperasikan oleh 14 perusahaan perkebunan negara nasional, dengan berbasis Medan PTPN III yang berfungsi sebagai perusahaan induk.

PTPN VIII, yang berbasis di Bandung, Jawa Barat, saat ini mengelola lebih dari 40 perkebunan di 11 daerah di provinsi dan dua daerah lainnya di Banten.

Kapasitas produksi tahunan berkisar dari 45.000 sampai 50.000 ton teh, sekitar 40 persen dari total produksi nasional dari 129.000 ton pada 2015. Hampir 90 persen dari hasil produksi perusahaan diekspor ke negara-negara di Timur Tengah dan Eropa.

Previous post:

Next post: