FBS Indonesia : Home /Berita Ekonomi /Indonesia bertujuan untuk pertumbuhan stabil dengan pengorbanan yang lebih sedikit

Indonesia bertujuan untuk pertumbuhan stabil dengan pengorbanan yang lebih sedikit

Alih-alih memaksa pertumbuhan tinggi tetapi berisiko, pemerintah telah membela preferensi untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang moderat, karena negara berjuang untuk bertahan hidup dampak perlambatan ekonomi global.

Meskipun produk domestik bruto Indonesia (PDB) melambat menjadi 5,02 persen year-on-year (yoy) pada kuartal ketiga, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan ia masih puas dengan angka. Hal yang lebih penting, katanya, adalah bahwa pemerintah bisa mencapai tingkat tersebut tanpa menambah defisit anggaran.

“Hal ini sebagian karena [berkelanjutan] reformasi struktural. Anda tidak akan terkejut melihat bahwa pertumbuhan ekonomi tidak diikuti dengan memburuknya kondisi anggaran seperti di masa lalu,” katanya saat ASEAN G2B Infrastruktur Investasi Forum di Jakarta, Selasa.

defisit anggaran Indonesia tercatat sebesar 2,1 persen dari PDB per Oktober. Sri Mulyani mengatakan dia optimis bahwa defisit tidak akan melebihi 2,7 persen hingga akhir tahun, masih di bawah batas hukum dari 3 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada hari Senin bahwa konsumsi swasta, yang kini menyumbang 55,32 persen dari total PDB, telah diperluas dengan 5,01 persen yoy, bantalan penurunan pertumbuhan PDB, yang mencapai 5,19 persen yoy pada kuartal sebelumnya.

Di tengah ekonomi global yang lemah, Indonesia melihat PDB hanya tumbuh 4,79 persen tahun lalu, tingkat terendah dalam enam tahun. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen tahun ini dan 5,1 persen pada 2017.

Previous post:

Next post: