Indonesia Hadapi 3 Tantangan Ekonomi: Bank Dunia

Bank Dunia memprediksikan bahwa perekonomian Indonesia akan menghadapi 3 risiko tahun depan. Resiko tersebut memperlambat konsumsi rumah tangga, melemahkan harga komoditas, dan gejolak pasar keuangan global.

Direktur Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo A. Chaves mengingatkan perlunya memperhatikan penurunan konsumsi rumah tangga karena hal itu akan sangat mempengaruhi belanja negara, mengingat lebih dari setengah PDB Indonesia terdiri dari konsumsi rumah tangga.

Chaves mengatakan Indonesia harus waspada terhadap penurunan harga komoditas tahun depan. Meskipun pemerintah telah melakukan diversifikasi ekonomi dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia masih sangat bergantung pada sektor komoditas.

“Turunnya harga komoditas bisa merusak nilai tukar dan memberi tekanan pada penerimaan negara,” katanya pada acara Triwulanan Perekonomian Indonesia 2017 kemarin.

Risiko ketiga adalah kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS, yang diprediksi akan memicu gejolak pasar keuangan. Pada hari Rabu, 13 Desember, The Fed secara resmi menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,25 persen menjadi 1,25-1,50 persen.

“Gejolak ini bisa menyebabkan arus modal keluar mendadak dari negara berkembang seperti Indonesia,” kata Chaves.

Bank Dunia sebelumnya memperkirakan ekonomi Indonesia pada tahun 2018 tumbuh cukup. PDB diproyeksikan tumbuh 5,3 persen atau 0,1 persen lebih rendah dari target pemerintah yang ditetapkan dalam APBN 2018. Penerimaan negara dipatok Rp1,886 triliun, sedikit lebih rendah dari target pemerintah Rp1,895 triliun.