Indonesia Infrastructure Finance memenuhi 50% dari target pembiayaan 2017

Perusahaan pembiayaan infrastruktur Indonesia Infrastructure Finance (IIF) telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 6 triliun (US $ 450,92 juta) hingga Mei, 50% dari target pembiayaan Rp 12 triliun untuk tahun 2017.

Pembiayaan tersebut sebagian besar masuk ke proyek pembangkit listrik, telekomunikasi dan transportasi, kata direktur utama IIF Ari Soerono pada hari Rabu, menambahkan bahwa pembiayaan terakhir untuk proyek jalan tol trans-Jawa.

“Untuk kesepakatan selanjutnya, ada beberapa proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi di Jawa Timur,” kata Ari dalam Konferensi Keuangan Infrastruktur Indonesia tahunan ketiga.

Ari mengatakan IIF hanya bisa menyumbang hingga 35 persen proyek, sedangkan sisanya harus berasal dari investor lain.

Ari mengatakan bahwa untuk tahun 2017, perusahaan sedang menyiapkan struktur baru yang disebut skema pembiayaan “pokok” dan skema “take-out financing”.

“Dalam skema pembiayaan pokok, proyek kemitraan publik-swasta akan dibundel dengan paket keuangan IIF, maka kontraktor tidak harus mencari pembiayaannya. Tapi jika mereka tidak setuju, mereka bisa mencari pemodal eksternal, “katanya.

Untuk skema pembiayaan take-out, ada kesepakatan bahwa IIF akan mengambil alih pembiayaan di masa depan, kata Ari. Dia memberi contoh bahwa jika tenor proyek berusia 15 tahun, bank akan membiayainya selama lima tahun pertama, setelah itu mereka bisa menjualnya ke IIF.

“Pembiayaan keluar berguna bagi bank yang memiliki cakrawala pembiayaan menengah, jika mereka bertahan dalam proyek terlalu lama, itu akan mempengaruhi kualitas aset mereka,” kata Ari.