Indonesia melihat lebih banyak penerbangan internasional

Pemerintah menargetkan peningkatan penerbangan internasional yang signifikan, yang diyakini akan mencakup 40 persen dari seluruh penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada akhir 2017, naik dari porsi saat ini yang menjadi 15 sampai 20 persen.

Target ambisius tersebut muncul setelah bandara terbesar di negara itu meluncurkan operasinya di Terminal 3 yang baru untuk penerbangan internasional Garuda Indonesia pada 1 Mei.

“Penerbangan internasional memberi kesempatan untuk menarik wisatawan. Ini adalah cara instan untuk meningkatkan cadangan devisa negara dan dengan demikian berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, “kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada hari Senin.

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury mengatakan bahwa pada tanggal 1 Mei, seluruh penerbangan internasional Garuda telah pindah ke Terminal 3. Transisi dari Terminal 2 ke Terminal 3 berjalan lancar tanpa ada kerumitan.

“Ini juga merupakan bagian dari upaya kami untuk memperbaiki layanan kami. Sebelumnya, kami hanya memiliki 13 loket check-in [di Terminal 2], tapi sekarang kami memiliki 26 loket check-in [di Terminal 3], “katanya.

Maskapai penerbangan nasional tersebut merupakan maskapai penerbangan Indonesia pertama yang melayani rute internasional. Saat ini mengoperasikan 17 penerbangan internasional langsung ke negara-negara di Asia, Australia dan Eropa.

Delapan maskapai penerbangan dari aliansi SkyTeam, termasuk ANA Airlines, Japan Airlines, Delta Airlines dan KLM Airlines, juga akan pindah ke Terminal 3, direktur utama Angkasa Pura II (AP II) Muhammad Awaluddin. Setelah hari raya Idul Fitri, operator bandara milik negara tersebut bertujuan untuk memindahkan 24 maskapai penerbangan internasional lainnya ke Terminal 3 dalam sebuah proses yang diharapkan bisa selesai pada bulan Agustus.

Dengan memusatkan penerbangan internasional di Terminal 3, AP II bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Terminal 1 dari 9 juta penumpang menjadi 18 juta penumpang per tahun. Begitu juga, operator bandara juga berencana menggandakan kapasitas Terminal 2 menjadi 18 juta penumpang per tahun. Terminal 3 saat ini memiliki kapasitas 25 juta penumpang per tahun. “Dengan reposisi, beban di setiap terminal akan terdistribusi dengan baik,” kata Awaluddin.

Terminal 3 dilengkapi dengan 65 loket imigrasi, 30 autogates di daerah keberangkatan dan kedatangan.