Indonesia Menandatangani Kesepakatan Perdagangan dengan Palestina

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bertemu dengan Menteri Ekonomi Palestina Abdeer Odeh untuk menandatangani kesepakatan perdagangan. Pertemuan tersebut berlangsung di sela Konferensi Menteri Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Buenos Aires, Argentina.

Menteri mengatakan bahwa kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai ekspor dan impor. “Indonesia akan memberikan perlakuan tarif preferensial sebesar 0 persen untuk kurma dan produk minyak zaitun dari Palestina,” katanya di kantornya di Jakarta, Rabu, 20 Desember.

Indonesia saat ini sedang menunggu daftar permintaan barang Palestina. “Kami mengatakan bahwa kami siap untuk melakukan ekspor dengan tarif nol sehingga orang-orang Palestina dapat menikmati barang-barang yang terjangkau,” kata Enggartoasto.

Berdasarkan MoU tersebut, Kementerian Keuangan akan menerbitkan peraturan ekspor yang akan mulai berlaku pada 1 Januari, kata Enggartiasto.

Menteri mengatakan bahwa perjanjian perdagangan ditandatangani dengan perintah Presiden Joko Widodo. Indonesia sebelumnya menandatangani kesepakatan dengan Palestina melalui Yordania.

Enggartiasto juga bertemu Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia Steve Ciobo untuk membahas Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA).

Menteri Perindustrian Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa perdagangan kedua negara belum mencapai kesepakatan dan negosiasi akan selesai sebelum Maret 2018.