Indonesia menargetkan menghentikan impor jagung tahun ini

Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan bahwa pemerintahnya bertujuan untuk melarang impor jagung tahun ini dalam upaya mendorong petani untuk meningkatkan produksinya.

Melalui kebijakan pemerintah Indonesia bisa mengurangi impor jagung menjadi hanya 900.000 ton, turun dari 3,6 juta ton di tahun sebelumnya.

Dia mengatakan bahwa pemerintahnya telah mendorong petani untuk meningkatkan produktivitas mereka, dengan menetapkan harga jagung di harga Rp 2.700 (20 sen dolar AS) per kilogram melalui instruksi presiden.

Ia mengingatkan, petani sering mengeluhkan rendahnya harga jagung, antara Rp 1.500 dan Rp 17.000 per kilogram, karena tekanan impor jagung.

“Dengan instruksi tersebut, petani didorong untuk menghasilkan lebih banyak jagung karena menjanjikan keuntungan yang baik,” kata Presiden dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Presiden selama akhir pekan.

Presiden berharap pelarangan impor jagung akan semakin meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan produksi jagung di negara tersebut.