Indonesia mencatat inflasi sebesar 0,09% di bulan April

Setelah melihat deflasi sebulan sebelumnya karena musim panen, negara tersebut mencatat inflasi bulanan sebesar 0,09 persen di bulan April karena kenaikan harga sebagian besar komoditas.

Inflasi pada bulan April membawa inflasi tahunan menjadi 4,17 persen tahun ke tahun (yoy), Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada hari Selasa.

“Menurut saya, inflasi pada bulan Agustus 0,09 persen tetap sesuai dengan apa yang coba dikelola oleh pemerintah karena akan ada tantangan yang lebih besar di bulan Mei dan Juni,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam sebuah konferensi pers.

Badan tersebut memperingatkan harga komoditas pangan dapat meningkat di bulan Mei karena kenaikan permintaan pada bulan Ramadhan.

Pada bulan Juni, Suhariyanto mengatakan, harga akan naik sebagai dampak dari kenaikan kedua tarif listrik untuk kapasitas 900 volt-ampere (VA) pada bulan Mei.

“Kenaikan tarif listrik akan terjadi pada bulan Mei, namun pengaruhnya hanya akan terlihat pada bulan Juni karena sebagian besar konsumen 900 VA tipe pascabayar daripada prabayar,” katanya.

Kenaikan harga di bulan April terjadi pada harga administered, terutama listrik dan bahan bakar, serta sejumlah komoditas makanan seperti bawang putih, ayam, tomat dan buah buahan.

Sementara itu, penurunan harga pada bulan April terlihat pada komoditas pangan utama seperti cabai merah dan hijau, beras, gula, daging sapi dan telur ayam.