Indonesia Menetapkan Rute Pengiriman Laut Lebih Pendek di ASEAN

Pemerintah akan membangun lebih banyak jalur pelayaran laut yang pendek dengan kapal roll on roll off (ro-ro) di ASEAN. Setelah berhasil meluncurkan rute pengiriman antara Davao (Filipina) dan Bitung (Sulawesi Utara) pada hari Minggu, pemerintah akan bekerja sama dengan Malaysia. “Setelah ini, kami akan membuka rute pengiriman ro-ro antara Dumai [Kepulauan Riau] dan Malaysia,” kata pejabat Perhubungan Tonny Boediono kepada Tempo kemarin.

Kapal ro-ro pertama di rute Davao-Bitung tiba hari Selasa di pelabuhan Samudra di Bitung, Sulawesi Utara. Layanan ini dimungkinkan berkat kesepakatan antara Indonesia dan Filipina untuk memperbaiki hubungan perdagangan bilateral.

Presiden Indonesia Joko Widodo dan Rodrigo Duterte Filipina pada hari Minggu di Davao meluncurkan layanan kapal Super Shuttle Roro 12, yang dioperasikan oleh Asian Marine Transport Corporation (AMTC) dengan kapasitas 500 unit setara dua puluh kaki (TEUs). “Waktu tempuh antara Davao dan Bitung sekarang dua setengah hari dengan ro-ro ini,” kata Jokowi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan membangun lebih banyak lagi rute pelayaran ro-ro. “Untuk mendukung konektivitas ASEAN,” kata Budi. Sementara itu, layanan pengiriman ro-ro antara Davao dan Bitung dijadwalkan berjalan sekali seminggu.

Sebelum peluncuran rute pengiriman ro-ro antara Davao dan Bitung, kapal-kapal dari Davao akan berlayar ke barat menuju Jawa sebelum menuju ke Bitung. Waktu tempuh lima minggu. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meyakini bahwa jalur baru tersebut akan memperbaiki hubungan dagang antara Indonesia dan Filipina.

Kopra dan jagung merupakan mayoritas komoditas yang diperdagangkan antara Davao dan Bitung. Darmin yakin bahwa jalur pelayaran baru akan membuka jalan bagi komoditas lainnya. “Mungkin tekstil dan garmen,” kata Darmin.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan bahwa rute pengiriman ro-ro antara Davao dan Bitung didirikan setelah Pertemuan Tingkat Tinggi ASEAN-Filipina-Filipina Tenggara (BIMP-EAGA) yang diadakan di sela-sela KTT ASEAN ke-30 terakhir minggu. KTT BIMP-EAGA menghasilkan Visi BIMP-EAGA (BEV) 2025. Dokumen-dokumen tersebut akan menjadi pedoman kerjasama BIMP-EAGA sampai tahun 2025. Peluncuran BEV 2025 bertujuan untuk meningkatkan investasi di koridor ekonomi yang ada: koridor Kalimantan Barat dan Koridor Ekonomi Sulu-Sulawesi yang Lebih Tinggi.