Indonesia Menilai Pengangguran Turun 0,29 Persen

Ekonom Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Keuangan (Indef) Dzulfian Syafrian menyambut positif penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2017 sebanyak 0,28 persen.

Angka ini lebih rendah dibanding Februari 2016 dengan 0,17 persen. Dia juga mengklaim bahwa penurunan tersebut mengindikasikan adanya peningkatan penyerapan tenaga kerja.

“Namun, kenaikan tenaga kerja sebanyak 6,11 juta orang dibanding Agustus 2016 atau 3,88 juta dibanding Februari 2016 harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah karena merupakan pedang bermata dua,” katanya, Jumat , 5 Mei.

Dzulfian menjelaskan bahwa tingginya jumlah penduduk produktif merupakan modal bagus untuk pembangunan.

“Kendati demikian, jika pemerintah tidak bisa mengelolanya dengan baik, itu bisa menjadi beban bukan keuntungan,” tambahnya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa ketika jumlah penduduk yang tinggi ini menganggur, pemerintah harus menanggung konsekuensi dari jumlah kejahatan, radikalisme, dan lain-lain yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, Dzulfian mendesak pemerintah untuk fokus menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas lapangan kerja. Dia menambahkan bahwa salah satu kebijakan yang dapat diterapkan pemerintah untuk memperbaiki masalah ketenagakerjaan adalah ekonomi yang berorientasi pada investasi.

“Kestabilan ekonomi dan politik dan infrastruktur merupakan dua agenda besar yang perlu disiapkan pemerintah untuk mendapatkan investasi dan meningkatkan kualitas lapangan kerja bagi masyarakat.”