Indonesia Meningkatkan Volume Perdagangan dengan Laos

Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita mengatakan, pemerintah terus meningkatkan transaksi perdagangan dengan Laos. Enggar membuat pernyataan tersebut menyusul sebuah pertemuan antara Presiden Joko `Jokowi` Widodo dan Perdana Menteri Laos Thongloun Sisoulith di Istana Bogor, kemarin, 12 Oktober.

Saat bertemu Presiden Widodo, PM Sisoulith membawa 33 pengusaha Laos bersamanya untuk membahas kesepakatan kerjasama perdagangan dengan Indonesia. Enggar mengatakan kedua negara tertarik untuk mengembangkan kemitraan di beberapa sektor, termasuk pabrik pupuk dan tambang emas. Laos juga berencana untuk membeli batubara Indonesia dalam skala besar.

Pada 2016, nilai perdagangan antara Indonesia dan Laos adalah US $ 10.071 juta. “Kami akan meningkatkan volume perdagangan kami di atas US $ 10 juta,” kata Enggar.

Pertemuan Jokowi dengan Sisoulith menghasilkan penandatanganan tiga MoU mengenai pendidikan, pendidikan tinggi dan kerjasama dalam pengawasan peredaran narkotika. Sisoulith mengatakan kedua negara akan terus memperkuat kerja sama dalam bidang keamanan, perdagangan, ekonomi, dan investasi.

Ini adalah tahun ke 60 kemitraan bilateral antara Indonesia dan Laos. Dalam jumpa pers bersama Perdana Menteri Sisoulith, Widodo mengatakan kedua anggota ASEAN akan “terus meningkatkan kerja sama demi kesejahteraan rakyat kedua negara”.