Indonesia meraih posisi teratas pada 2019 indeks perjalanan Muslim

Menteri Pariwisata Arief Yahya bertujuan menempatkan Indonesia dalam posisi terdepan dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) pada 2019 dari posisi ketiga saat ini.

Indonesia telah meningkatkan skor di GMTI 2017 dengan dua poin menjadi 72,6 dari 70,6 pada 2016, meningkatkan posisinya ke posisi ketiga.

Indonesia mengungsi ke Turki, sementara Malaysia dan Uni Emirat Arab (UEA) telah mempertahankan posisi mereka di tempat pertama dan kedua, masing-masing, menurut sebuah survei tahunan oleh otoritas terkemuka mengenai pariwisata halal, CrescentRating.

Meskipun Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, Arief menyarankan agar semua pelaku bisnis di sektor makanan dan kuliner menyatakan produk halal mereka dan mendesak instansi pemerintah terkait untuk menyederhanakan sertifikasi halal.

“Banyak pelaku bisnis di sektor makanan berpikir mereka tidak perlu mendapatkan sertifikasi halal. Mereka pikir wisatawan muslim akan merasa aman, “tambahnya.

Indonesia memiliki 10 destinasi halal, seperti di Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat dan Aceh, namun tidak dipromosikan dengan baik, kata menteri tersebut.

“Tahun ini kami akan meluncurkan dua aplikasi digital untuk menarik wisatawan Muslim,” katanya, seraya menambahkan bahwa Indonesia berharap dapat menarik 3,2 juta pelancong Muslim tahun ini, 20 persen lebih banyak dari tahun lalu.