Indonesia perlu mengurangi ketergantungan terhadap impor susu

Indonesia bertujuan untuk meningkatkan produksi susu nasionalnya menjadi 41 persen dari permintaan industri nasional pada tahun 2021 dari 23 persen saat ini.

Pada 2016, industri susu membutuhkan 3,7 juta ton susu bubuk untuk mengolah berbagai produk, namun hanya 23 persen, atau 852.000 ton, berasal dari produsen lokal, sementara 2,7 juta ton lainnya diimpor dari berbagai negara seperti Australia, New Selandia, Amerika Serikat dan anggota Uni Eropa, menurut data dari Kementerian Perindustrian.

“Ketergantungan impor ini perlu diatasi dengan meningkatkan produksi susu lokal baik secara kuantitas maupun kualitas,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam sebuah pernyataan pers di sela peluncuran pabrik PT Greenfields Indonesia yang baru pada hari Kamis.

Pemerintah mendesak lebih banyak produsen susu untuk bermitra dengan petani setempat untuk merawat sapi dan meningkatkan populasi sapi.

Saat ini, ada 58 perusahaan pengolahan susu, namun hanya delapan dari mereka telah bermitra dengan petani setempat.

“Mayoritas petani hanya memiliki dua sampai tiga ekor sapi,” kata menteri tersebut, menambahkan bahwa pemusnahan sapi yang merajalela telah menyebabkan penurunan populasi sapi dan produksi susu.