FBS Indonesia : Home /Berita Ekonomi /Insentif produksi berusaha untuk mendorong industri film Indonesia

Insentif produksi berusaha untuk mendorong industri film Indonesia

Pemerintah harus mulai menyediakan pembuat film dengan insentif keuangan yang signifikan untuk mendukung produksi mereka dan membantu mendorong industri film negara, kata seorang produser film.

Gambar MD CEO Manoj Punjabi mengatakan meskipun pemerintah sekarang memungkinkan investor asing untuk sepenuhnya sendiri bioskop lokal, rumah produksi film dan perusahaan distribusi, kebijakan tersebut tidak akan memungkinkan film lokal untuk segera bersaing dengan produksi luar negeri.

“Dibutuhkan banyak uang untuk membuat film yang sukses secara komersial. Akan lebih baik jika pemerintah memberi [pembuat film] insentif pajak atau memotong prosedur birokrasi,” kata Manoj Senin di sela-sela sebuah Kamar Dagang Indonesia dan Industri (Kadin) pertemuan di Jakarta.

Sebuah produksi film berlangsung di pulau resor Bali, tambahnya, lebih mahal daripada produksi di Eropa karena berbagai biaya pembuat film harus membayar untuk pemerintah pusat dan daerah.

Mengundang pelaku asing untuk produksi lokal juga menciptakan sakit kepala.

“Memiliki aktor asing di film memungkinkan kita untuk menjual film ke negara masing-masing, namun penerbitan izin kerja sangat rumit,” kata Manoj, yang juga menjabat sebagai Asosiasi Perusahaan Produksi Film Indonesia (PPFI) eksekutif.

Tahun ini industri menyaksikan tinggi baru setelah Falcon Pictures ‘ Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Bagian 1 , remake dari komedi klasik hit Warkop , muncul sebagai film Indonesia yang paling sukses dengan lebih dari 6,5 juta pemirsa.

Pada tahun 2013, MD Pictures ‘ Habibie & Ainun menduduki puncak box office dengan lebih dari 4,6 juta pemirsa.

Previous post:

Next post: