Intervensi pasar dimulai untuk mengendalikan harga pangan

Menjelang puasa Ramadhan, yang dimulai pada tanggal 27 Mei, badan logistik negara Bulog pada hari Rabu mulai mendistribusikan makanan pokok untuk menstabilkan harga di pasar sebagai bagian dari program intervensi pasar selama dua minggu.

“Distribusi akan berlanjut selama dua minggu di seluruh Indonesia,” kata direktur utama Bulog Djarot Kusumayakti saat peluncuran program tersebut, yang disebut “Gerakan Stabilisasi Makanan”, pada hari Rabu.

Bulog telah menebar lebih dari 2 juta ton beras, 320.000 ton gula pasir, 207.000 liter minyak sayur, 62 ton bawang putih, 60 ton bawang merah dan 37.500 ton daging – hampir semuanya adalah daging kerbau dari India.

“Lebih banyak bawang merah dan bawang putih berasal dari petani lokal dan asing untuk memenuhi permintaan,” katanya.

Bahan pokok tersebut akan dijual kepada individu di pasar tradisional dengan harga yang ditetapkan, seperti Rp 8.500 (63 sen dolar AS) untuk satu kilogram beras, Rp 12.500 untuk satu kg gula dan Rp 38.000 untuk satu kg bawang putih.

Komoditi tersebut dapat dibeli dari Bulog pada jam pasar atau melalui toko-toko mitra Rumah Pangan Kita Bulog yang didirikan di seluruh nusantara.

Penjual yang ingin membeli bahan pokok secara massal dari Bulog dapat menghubungi agen tersebut dengan harga diskon.