Investor Diperlukan untuk Mengembangkan 30 Pelabuhan, Bandara

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah mengundang baik investor lokal maupun asing untuk menjadi operator 20 pelabuhan dan 10 bandara. Menurut dia, pemerintah akan mendukung investasi di sektor maritim dan logistik. “Termasuk deregulasi. Aturan mencoret yang tidak mendukung investasi, “kata Budi dalam sambutannya kemarin di Indonesia Transportation Logistics & Maritime Week 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Budi berjanji akan mengevaluasi peraturan menteri yang menghambat investasi. Dia mengatakan bahwa pemerintah bertekad untuk menciptakan kesempatan bagi perusahaan swasta, baik di dalam maupun di luar negeri untuk mengoperasikan 30 pelabuhan dan bandara.

Bandara antara lain di Belitung, Bengkulu, Palangka Raya, Tarakan, Samarinda, Banyuwangi, Palu, Kendari dan Jayapura dan pelabuhan di Probolinggo, Bima, Sintete dan Waingapu.

Dalam dua bulan terakhir, Kementerian Perhubungan telah mengizinkan perusahaan swasta untuk mengoperasikan pelabuhan di Probolinggo, Sintete, Waingapu dan Dima. Budi mengatakan bahwa beberapa perusahaan sudah melakukan investasi, seperti BUMN Pelindo II, Pelindo III dan Pelindo VI. “Kami sekarang mendorong perusahaan swasta untuk bergabung dengan kami, namun negosiasi terus berlanjut,” katanya.