Jokowi memulai pembangunan apartemen kerah biru

Presiden Joko “Jokowi” Widodo pada hari Kamis menghadiri sebuah upacara peletakan batu pertama untuk pembangunan proyek apartemen murah di Tangerang, Banten, yang terutama ditujukan untuk para pekerja di kawasan industri.

Jokowi mengatakan, apartemen murah itu – yang terletak di kawasan Ciputat dan dibangun oleh PP Urban, anak perusahaan perusahaan konstruksi milik negara PT PP – akan terdiri dari 9.000 unit, 6.000 di antaranya akan ditawarkan secara eksklusif kepada buruh.

Setiap unit akan dijual seharga Rp 293 juta (US $ 22.066), dengan uang muka 1 persen.

“Saya telah melihat model untuk [apartemen] sekarang dan sangat bagus, memiliki dua kamar tidur dan ruang makan. Jika unit sesungguhnya terlihat persis seperti modelnya, maka saya pun menginginkannya,” Jokowi bercanda dengan Ucapan.

Presiden menambahkan bahwa sangat penting untuk membangun apartemen murah dan menawarkan tempat tinggal bagi pekerja berpenghasilan rendah, karena banyak yang tinggal jauh dari tempat kerja mereka, yang memaksa mereka untuk lebih banyak menggunakan transportasi.

“Ini sangat penting karena salah satu kebutuhan dasar buruh adalah perumahan yang terjangkau dan layak huni. Pemerintah akan terus membantu membangun perumahan yang terjangkau, dan kami berharap setiap saat kita membangunnya, [semua unit] akan terisi. , “Kata Jokowi, seraya menambahkan bahwa ia akan menghadiri acara groundbreaking untuk rumah murah di Depok, Jawa Barat, dalam beberapa minggu ke depan.

Tahun lalu, pemerintah mengeluarkan program unggulan 1 juta rumah untuk mengurangi backlog perumahan menjadi 6,8 juta rumah pada 2019 dari 13,5 juta pada tahun 2014.

Di bawah program tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan pengembang, di samping pemerintah daerah dan badan-badan lain diharapkan dapat membangun 700.000 rumah murah setiap tahunnya, sementara para pengembang juga diharapkan dapat membangun 300.000 rumah komersial setiap tahunnya.

Juga pada tahun 2016, pemerintah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi yang mengurangi jumlah izin untuk pembangunan perumahan murah menjadi 11 dari 33.