FBS Indonesia : Home /Berita Ekonomi /Kadin Dorong Pembangunan Infrastruktur Speedy

Kadin Dorong Pembangunan Infrastruktur Speedy

The Indonesian Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mendorong untuk pembangunan infrastruktur speedy sebagai pemerintah yang dihasilkan dana yang direpatriasi dalam program amnesti pajak.

Kadin wakil ketua untuk konstruksi dan infrastruktur Erwin Aksa mengatakan bahwa pemerintah harus menaruh perhatian lebih untuk proyek-proyek infrastruktur dihentikan. Dia juga menyarankan pemerintah untuk memprioritaskan pekerja konstruksi lokal, mengutip proyek infrastruktur besar yang dilakukan oleh kontraktor asing.

“Pembangunan berbagai proyek infrastruktur diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi dan mendorong pertumbuhan perusahaan nasional yang kompeten,” katanya, Kamis dalam pertemuan Kadin.

Menurut dia, Kadin menghargai pemerintah untuk membuat terobosan dengan meluncurkan program amnesti pajak. Pemerintah berharap untuk menghasilkan Rp165 triliun dalam program untuk menambah peti negara.

“Saya berharap perbaikan penerimaan negara tahun depan, belanja infrastruktur juga lebih baik. Semoga BUMN bisa lebih sehat untuk mengembangkan proyek infrastruktur [yang saat ini] tidak layak, “katanya.

Erwin menambahkan bahwa Kadin juga menghargai instruksi Presiden Joko Widodo pada BUMN sekuritisasi dalam upaya untuk mengamankan pendanaan untuk perusahaan milik negara untuk mengembangkan infrastruktur baru.

“Sekuritisasi aset matang seperti [BUMN] Jasa Marga dan PLN dapat menghasilkan lebih banyak dana sehingga BUMN tidak lagi mengandalkan anggaran kecil atau menunggu 40 tahun untuk hasil yang maksimal,” katanya.

Menurut dia, extablished infrastruktur akan menciptakan pusat-pusat ekonomi baru yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Saat ini, Pulau Jawa masih mendominasi perekonomian nasional, membual kontribusi 58% terhadap produk domestik bruto (PDB) berkat infrastruktur canggih.

Sedangkan daerah yang kurang mapan seperti Maluku dan Papua, meskipun memiliki daerah gabungan tiga kali lebih besar dari Jawa, hanya bisa memberikan kontribusi 2,37% terhadap PDB.

Previous post:

Next post: