FBS Indonesia : Home /Berita Ekonomi /Kadin: Paket Kebijakan Confuse Pemilik Bisnis

Kadin: Paket Kebijakan Confuse Pemilik Bisnis

Benny Soetrisno, wakil ketua perdagangan di Kamar Dagang Indonesia dan Industri (Kadin), tersedia masukan bagi pemerintah dalam kaitannya dengan pelaksanaan 13 paket kebijakan ekonomi.

Benny meminta pemerintah untuk segera mengatasi masalah dengan implementasi.

“[Masalah] dengan 12 paket harus dibenahi. Peraturan Lebih mungkin menyebabkan kebingungan di antara kita [pemilik bisnis]. Peraturan harus fokus pada pembatasan,” kata Benny usai menghadiri diskusi yang diselenggarakan oleh Kadin di Jakarta Selatan pada Jumat, September 23, 2016 .

Benny mengungkapkan bahwa salah satu masalah dengan paket kebijakan itu pelaksanaan lamban dari kebijakan pemerintah dengan badan usaha milik negara.

“Dalam paket kebijakan ekonomi ketiga pada energi, harga gas harus ditetapkan pada US $ 6 dan harga listrik harus didiskontokan dengan 30 persen di malam hari. BUMN belum menerapkan kebijakan tersebut belum,” tambah Benny.

Benny, yang juga menjabat sebagai anggota dari Paket Kebijakan Ekonomi Task Force, mengatakan bahwa gugus tugas akan terus memantau pelaksanaan paket kebijakan.

“Kami akan memantau dampak dari paket tersebut dan menyerahkan hasil kepada Menteri Koordinator Perekonomian. Masalah telah diidentifikasi dan disajikan,” kata Benny.

Berbeda dengan Benny, wakil ketua Kadin industri Johnny Darmawan melihat pelaksanaan paket kebijakan positif.

“Sektor industri melihat bahwa implementasi yang baik. Namun, efektivitas masih dipertanyakan. Gugus tugas telah memantau pelaksanaan, dan semuanya di jalur yang benar,” kata Johnny.

Previous post:

Next post: